Pelangi penuh warna

Adek Pelangi and Me

Adek Pelangi and Me

Kecintaanku pada dunia anak mungkin belum seberapa dibanding mereka yang mampu mengorbankan jiwa dan raga seluruhnya untuk mengasuh anaknya, para Ibu tentunya. Namun, akan tiba saat di mana cewek ini juga menjadi seorang Ibu, Amin. Sebelum saat itu tiba di sinilah tempatku untuk mencurahkan rasa cintaku pada makhluk ciptaan ALLAH yang paling indah itu. Pelangi menjadi wadah tanpa batas untuk berbagi dan belajar banyak hal. Kami memang berbagi dalam bentuk mengajar, tapi kami juga banyak belajar, belajar tentang arti sabar, belajar arti kasih sayang, ketulusan, niat yang kuat, semangat belajar, keceriaan, dan masih banyak hal lain yang mampu kami pelajari dari anak-anak yang justru menjadi murid-murid kami.

Tidak banyak syarat untuk bergabung dalam organisasi yang menurutku belum selesai membangun fondasinya itu, yang dituntut hanyalah keikhlasan, kemauan untuk berbagi, dan komitmen. Tiga hal yang saat dikatakan sangat mudah, namun untuk merealisasikannya sangat sulit. Pertama, ada yang berkata ikhlas itu bagai semut hitam yang berjalan di atas batu hitam pada malam hari yang gelap, ada tapi begitu sulit untuk dilihat. Kedua, kemauan, mau ya mau nggak ya nggak, terkadang untuk menentukan mau atau tidaknya itu yang sulit, hampir setiap orang pada hakikatnya memiliki niat untuk berbagi dengan saudaranya, apalagi begi mereka yang berpunya, namun terkadang banyak faktor yang membuat mereka enggan merealisasikannya, misalnya merasa belum memiliki uang untuk disumbangkan, atau belum ada baju bekas yang mau disumbangkan, dan lain-lain. Pendapat sempit seperti itulah yang terus menghalangi kita untuk berbagi, padahal begitu banyak alternatif yang bisa kita lakukan untuk berbagi tanpa mengeluarkan uang sepeser pun. Contohnya dengan mengajar (berbagi ilmu), bermain (berbagi kebahagiaan), berdoa (mendoakan kebaikan saudara seagama), dan yang paling simple dengan bersedekah cukup dengan tersenyum. Senyum bisa merubah suasana hati yang buruk menjadi lebih baik, sama saja berbagi kebahagiaan dengan ornag lain, sungguh mulianya. Yang penting ada kemauan yang dibarengi dengan realisasi. Ketiga, last but not least, justru menurut saya poin inilah yang terpenting, khususnya untuk berbagi melalui Pelangi dimana adik-adik Pelangi tidak hanya membutuhkan kita untuk satu atau dua hari, tapi setiap hari, bahkan sebenarnya setiap saat mereka butuh asupan tambahan ilmu yang belum tentu mereka dapatkan di sekolah. Mengajar dengan jadwal tiap minggu memanglah hal yang terus berulang, namun susah untuk membentuknya menjadi rutinitas, di sinilah ladang pembuktian komitmen karena rutinitas bukan hanya diulang satu atau dua kali, namun berkelanjutan, dimana saat rutinitas itu berubah akan ada sesuatu yang terasa hilang. Rutinitas menuntut komitmen untuk dilaksanakan terus-menerus.

3 hal di atas di tambah dengan niat ikhlas mencari Ridha ALLAH SWT akan membuat Pelangi menjadi ladang menuai pahala. Namun, tujuan utama harus mutlak karena-Nya, sebab jika tujuannya adalah perhatian apalagi pujian makhluk-Nya, maka semua pengorbanan dan hal-hal yang dibagikan akan sia-sia dan tak berarti. Semoga kita semua termasuk orang-orang yang dirahmati oleh ALLAH SWT. Dan semoga adik-adik Pelangi juga bisa merasakan manfaat dengan kehadiran kita untuk terus berbagi dan belajar dari mereka. Amien.

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s